BEB, SAY, CIN….

Okay, kalau dari judulnya saya sedang tidak bermaksud untuk menggoda seseorang loh ya.

Kata sapaan ‘Beb, say dan Cin’, sering digunakan dalam percapakan sehari-hari untuk menggantikan nama orang yang sedang kita ajak bicara.

“hay cin, apa kabar?, atau “Say, kamu mau ke mana”, atau “Beib, udah lama ya ga ketemu”.  Sapaan seperti ini tidak mengartikan bahwa orang yang kamu sapa adalah orang yang kamu cintai atau kamu sayangi.

 

22120260591_52f615b77e_b

Source: here

Awalnya saya bukan pengguna kata sapaan seperti ini. Saya sangat jarang memanggil orang dengan ‘Say’ atau ‘Cin’. Saat itu saya berfikir, Munafik banget kalau saya memanggil orang yang baru kenal dengan kata sayang atau cinta, padahal saya tidak sayang atau cinta dengan orang tersebut.

Namun seiring populernya kata sapaan ini, sadly saya jadi pengguna kata sapaan ini.

Manfaat yang digunakan sebagai  pengguna kata sapaan ‘Say’, ‘Cint’, atau ‘Beb’  based on my experience adalah:

  1. kata ini bermanfaat untuk menyapa orang yang kita lupa namanya. “Sayyyy, udah lama gak ketemu, kangen” padahal dalam hati bingung namanya Erni atau Reni yaaaa.
  2. Kalau bertemu dengan orang baru dalam suasana informal (kadang formal) dan seumuran, kata sapaan ini dapat membuat suasana lebih santai dan mengakrabkan, sometimes berpotensi mendapat kesan SKSD (SOK KENAL SOK DEKAT)
  3. ini nih,sapaan ini paling manfaat ketika kita bingung saat menyapa beberapa pegawai salon, dan bingung mau bilang mas ato mbak, tinggal ganti sapaan tersebut dengan SAY! “Say, mau potong rambut nih…”

 

Btw Cint, Kamu pengguna kata sapaan semacam ini gak??

 

 

Dibawah Langit September

Langit cerah di Bulan September Bali mempesona Nirwana untuk duduk berlama-lama di pinggir pantai. Biasanya dengan mengamati langit biru, hatinya akan damai. Sementara perasaannya akan membaik dari perasaan buruk, dari hiruk-pikuk yang menghantui pikirannya, seperti bom yang memecahkan isi kepalanya. Bagi Nirwana memandang langit cerah adalah kebahagiaan kecil yang membawa kedamaian hati-walapun sementara.

Nirwana selalu berfikir, dibawah atap langit ini, siapa lagi yang sedang menatap bersamanya. Walaupun di tempat berbeda, pasti ada seseorang yang sedang menatap langit bersamanya. Ada seseorang yang berusaha untuk menikmati kebahagiaan kecil ini dengan melihat birunya langit. Awannya putih dan tersebar, tidak bergumpal banyak, namun tipis dan membentang lebar. Langit yang biru mendominasi, menyejukkan hati Nirwana. Ahhh, Andai saja langit sebiru dan sesejuk ini dapat hadir di Jakarta. Ia tidak perlu repot-repot terbang ke Bali menggunakan pesawat pulang pergi dengan tiket yang lumayan menguras kantong.

Langit di Jakarta berbeda, tidak sedamai ini. Terlalu banyak polusi di sana. Belum lagi tingginya gedung-gedung perkantoran membuat pemandangan langit luas terpotong-potong. Atau, kalaupun dia melihat dari tempat yang tinggi, Gedung sebelah kantornya membuat ia hanya dapat melihat langit yang terbatas saja. Tidak setiap waktu dia bisa naik ke lantai tertinggi di gedung tempat dia bekerja, dia tidak punya waktu banyak untuk itu. Dia terhimit waktu, terhimpit jarak, ahhhh, ternyata dunia sudah  menghimpitnya di usia yang masih muda ini.

bali

Pernah sekali waktu, dia begitu terpana melihat seberkas awan yang berbentuk seyuman ketika berjalan di jembatan penyebrangan orang. Jarang-jarang ada pemandangan indah seperti ini datang ke Jakarta. Saat itu langit berwarna oranye, Ia baru pulang kerja ketika berjalan di jembatan penyebrangan. Hari itu merupakan hari yang berat baginya, hari yang sibuk, ada beberapa hal yang harus dikerjakan sekaligus, karena dateline pekerjaannya sudah dekat. Dengan rambut yang lepek dan dua tas jinjing yang dibawanya, dia berjalan cepat melintasi jembatan penyebrangan yang panjang. Kakinya terus digerakkan, begitupun dengan orang-orang di sekitarnya yang terus melaju cepat. Dia masih menunduk mengamati langkahnya, sampai ketika ia mengangkat wajahnya, di percabangan jembatan, dia terhenyak, menatap seberkas awan yang tersenyum kepadanya, dengan latar belakang langit berwarna orange. Dia terdiam, terpesona, melihat keindahan langit, dan merasakan damai, ternyata langit Jakarta bisa juga menghadirkan keindahan- batinnya saat itu. Namun orang dibelakangnya menabrak dan berkomentar “duh, kok berhenti tiba-tiba sih mbak, jangan berhenti di tengah jalan donk”. Nirwana tersadar, dan menepikan langkahnya ke pinggir, dekat dengan pedagang aksesoris yang mencari kesempatan berjualan di jembatan penyebrangan.

Dilihatnya seberkas senyum itu, seketika dia ikut tersenyum. langit selalu bisa membantunya bahagia. Walaupun ini hari yang berat, ini bukan hidup yang berat katanya dalam hati. Lihat saja, Tuhan hari ini, di hari yang berat ini memberinya senyum yang jarang Ia lihat di Jakarta. “Indah”, katanya “bagus”, tambahnya lagi. “lihat nak, awannya berbentuk senyum”, kata pedagang aksesoris di jembatan kepada anaknya. “yang dua matanya, yang lebar senyumnya”, ujar pedagang aksesoris kepada anaknya. Nirwana melihat juga ke pedangang tadi, ternyata di antara keramaian ini, hanya sedikit orang yang bisa melihat keindahan. Di belinya dua gelang berwarna biru dan orangye, lalu ia kembali berjalan lagi. Melebur bersama keramaian orang lagi, mengejar bus kota yang selalu ramai.

Happy Long weekend teman-teman ^^
Ini cerita saya buat ketika lagi mumet di Bulan September.Mengalihkan pikiran negatif dengan menulis ternyata sangat bermanfaat.

so guys, apa yang kalian lakukan untuk mengalihkan pikiran negatif? share donk

 

Farm House Lembang

It is Holiday here in Indonesia!

Dalam rangka merayakan moment libur lebaran saya tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk bepergian ke luar kota. Pilihan kota kali ini adalah yang dekat-dekat saja. Saya dan keluarga memutuskan pergi ke tempat wisata yang lagi hitz di Bandung. Kali ini kami pergi ke Farm House Lembang. Setelah saya mengumpulkan data dari internet, saya cukup kaget karena biaya masuk ke Farm House Lembang cukup murah yaitu 20.000 rupiah.

Untuk menuju Farm House Lembang ini cukup mudah, Karena lokasinya terletak di Jalan Raya Lembang. Tidak terlalu sulit untuk ditemukan. Namun, hal yang membuat kami lama sampai di tempat adalah karena banyaknya pengunjung yang datang ke tempat ini. Karena terlalu banyak jumlah kendaraan yang menuju Lembang, Petugas Polisi  Lalu Lintas melakukan rekayasa jalan, dengan membuat one way rute.

Menikmati suasana Farm House Lembang di saat Lebaran ternyata kurang tepat. Pengunjungnya benar-benar ramai, kebanyakan pengunjung datang dari luar kota. Untuk mencari parkiran mobil saja, kami memakan waktu sekitar 10 menitan.  Dari parkiran, kami kemudian berjalan kaki menuju farm house.

Dengan tiket seharga 20.000 pengunjung dapat menikmati spot-spot cantik untuk berfoto di dalam. Spot fotonya berupa bangunan ala Eropa, Rumah Hobbit, Rumah dengan suasana Amerika, dan suasana peternakan. Mungkin tempat wisata ini dibangun untuk memuaskan hasrat orang Indonesia yang doyan foto (laugh). Bayangkan saja, untuk berfoto di depan Rumah Hobbit Kami harus mengantri panjang!

IMG20160706154417[1]

salah satu spot foto di sana, ini hanya 1 dari sekian 😛

Oh ya, ternyata tiket yang kita beli tadi dapat ditukarkan dengan susu segar atau  makanan yang ada di resto/ café. Kita cukup memberikan voucer makanan (yang berupa tiket masuk tadi), dan menambahkan nominal  harga yang kurang. Namun, saya kurang tau berapa harga satu tiket bila ditukarkan dengan makanan.  Tiket yang saya punya, saat itu saya tukarkan dengan satu gelas susu. Satu tiket berlaku untuk pengambilan satu gelas susu segar. Tersedia tiga varian rasa susu, yaitu rasa strawberry, coklat, dan plain. Yuumm jalan-jalan sambil minum susu segar…  TOP DEH!

IMG20160706143149[1]

Ini dia welcome drinknya, saya paling suka plain milk. Kalau yang lain sukanya susu dengan rasa.

 

Kalau kamu, apa kegiatan kamu saat libur lebaran?
Sekalian saya mau mengucapkan Happy Eid Mubarak untuk teman-teman yang merayakan 🙂

Buang Sampah Sembarangan

Beberapa hari belakangan, saya kesal sekali pada orang-orang yang buang sampah tidak pada tempatnya. Sepertinya hal yang wajar ya buang sampah sembarangan di Indonesia. Di jalanlah, di angkutan umumlah, atau bahkan di depan rumah orang. Buang sampah sembarangan itu sebenernya tindakan yang tidak bermoral loh. Tindakan amoral bukan hanya membunuh, memperkosa, dan melakukan kekerasan saja. Buang sampah sembarangan itu kan membunuh dan memperkosa bumi. Walaupun istilahnya sudah klise dan sering digunakan, sepertinya orang-orang sudah kebal dengan himbauan “buanglah sampah pada tempatnya” dan “kebersihan adalah sebagian dari iman”.

Kemaren ada mbak-mbak cantik dengan make up yang bagus sedang kepanasan, dan mengelap keringat dengan tisunya. Abis ngelap keringatnya, si mbak malah buangin tisunya gitu aja. Ihhh- jadilah dia gak cantik lagi di mata saya. Kemudian, ada anak-anak yang bilang ke mamanya kalo minuman kemasannya udah abis dan si ibu dengan entengnya bilang “buang aja sampahya dari jendela dek”. Gimana anaknya bisa bersikap benar, kalo ibunya aja perlu diajari untuk tidak membuang sampah sembarangan?

62196210585buang-sampah

Image source: here

Dan satu lagi yang nyebelin, saya ingat ketika ada bapak-bapak  membuang sampah dari jendela mobilnya  di  jalan raya setelah keluar dari jalan tol.  Mobil mewahnya ternyata tidak berbanding lurus dengan sifatnya. Mungkin si Bapak berfikir “ gak apa-apa jalan raya kotor, yang penting mobil mewah saya tetap bersih”

13735152341884622577

Image source: here

Miris sekali melihat kesadaran masyarakat kita masih minim dalam hal membuang sampah. Tidak peduli berapa banyakpun tempat sampah yang telah disediakan, kita masih lebih suka melempar sampah dari jendela mobil. Gak heran sih, banjir sering terjadi di Indonesia, khususnya kota besar. Soalnya masyarakatnya sendiri tidak peduli dengan lingkungannya.

Hmm, gimana dengan kamu, kesal gak melihat orang yang buang sampah sembarangan? Atau malah biasa saja?

Doa

20160513_111031

Dalam setiap kemungkinan aku selalu mendoakanmu

Mendoakan kau jatuh cinta pada orang yang tepat

Mendoakan aku hadir di mimpimu, sehingga kau sulit melupakanku

Mendoakan kau sehat selalu-sehingga kita, dalam sebuah kebetulan dapat berjumpa lagi

Yang paling penting, selalu-aku selalu mendoakan untuk kau  merindukanku, benar-benar penutup yang egois.

 

 

Biar menunggu  tidak membosankan, jadilah saya menulis puisi. 130516

Film Horor

Salah satu hal yang paling saya benci di dunia adalah film horor. Alasan utama saya membenci film horor tentu saja karena kehadiran hantu, musik yang ngagetin,dan cerita mistisnya. Terakhir kali menoton film horor, saya mengajak adik kosan untuk nonton bareng. Padahal si adik kosan sudah mengatakan kalo filmnya tidak teralu seram, malah cenderung lucu alias horor komedi. Saya awalnya juga bingung horor kok komedi. Memangnya apa tingkah si hantu yang bisa ditertawakan? Akhirnya setelah menarik adik kosan sebelah, film pun dimulai. Judul filmnya adalah Pee Mak Phra Khanong, yup dari judulnya saja sudah bisa ditebak ini adalah film Thailand. Ceritanya tentang seorang wanita yang menunggu kedatangan suaminya yang sedang melaksanakan wajib militer. Di saat penantian akan kepulangan suaminya, si wanita ini meninggal dalam keadaan mengandung. Saya sudah ngeri sendiri menonton filmnya karena menurut dugaan saya, istrinya akan menghantui si suami nantinya. Eh, ternyata dugaan saya meleset, film yang harusnya horor malah berubah menjadi komedi saat si istri ini menyembunyikan identitasnya sebagai hantu (mirip agen FBI).

bybw4mhcqaaysy4
image source : here

Saya memiliki kemampuan imajinasi yang cukup kuat, alasan lain saya tidak berani menonton film horor karena saya bisa meningat dan mengembangkan cerita horor itu di kepala saya. Alhasil saya bisa parno selama berhari-hari mengingat wajah si hantu. Karena itu, saya cenderung membatasi diri menonton yang horor-horor. Bahkan sebelum menonton film, saya cenderung membaca sinopsinya dulu di internet. Untuk meminimalisir cerita horornya hehe..

So, apakah kalian suka menonton film horor?

Pengamen yang Ngambek

 

Saya mau share pengalaman yang agak unik saat saya menumpang bus dari Jakarta menuju Bekasi.  Keberadaan pengamen di bus-bus  kota memang tidak bisa dihindari. Ibarat dimana ada bus, penumpang, maka pengamen akan langsung nyelinap naik untuk memamerkan kemampuan mereka dalam bernyanyi dan mendapatkan recehan demi recehan pastinya.

Saya agak tidak setuju sebenarnya mengenai keberadaan pengamen di Bus-bus kota. Keberadaan mereka kadang membuat masyarakat “dipaksa” untuk mendengarkan musik/ lagu yang sedang tidak ingin di dengar. Jadi mau tidak mau penumpang bus harus mendengar lagu yang mereka nyanyikan. Di satu sisi,  saya juga bingung dimana lagi tempat mereka untuk mencari receh demi receh dengan modal suara dan alat musik yang seadanya.  Kalau cafe atau restoran-restoran tertentu tentunya punya standar tersendiri dalam menyediakan penyanyi untuk menghibur pelanggan mereka.

Nah, balik lagi mengenai masalah pengamen ngambek ini. Saya ingat seorang pengamen laki-laki masuk ke bus dari depan daerah semanggi. Pengamen tersebut memberi kata-kata pembuka sebelum menyanyikan lagu-lagu andalannya. Dia berdiri tepat di pertengahan gang bus, agar semua penumpang dapat mendengar suaranya. Di posisi tenggah, tepat di hadapan pengamen ini duduk tiga orang gadis (seperti anak kuliah yang baru pulang) yang sedang seru-serunya bercerita.

pengamen 2

Image source : http://s27.postimg.org/kzwnt56tv/ogxgkz.jpg

Pengamen ini mulai menyanyikan lagu dalam berbahasa Indonesia. Menurut saya suaranya juga lumayan bagus. Seiring perjalanan dan sudah masuk daerah tol, suara pengamen ini masih setia menemani perjalanan penumpang dari Jakarta-Bekasi.  Di dalam Bus penumpangnya cukup banyak, namun tidak berisik. Tetap yang masih terdengar hanya beberapa perbincangan antara tiga anak kuliahan tersebut berpadu dengan suara pengamen tersebut.

Menjelang mendekati Jati Bening, pengamen tersebut menghentikan lagunya sambil memarahi ketiga anak kuliahan tersebut. Inti dari kalimatnya yang saya tangkap seperti ini “ Mbak, dari tadi saya lihat kalian berisik sekali. Nggak menghargai saya yang sedang menyanyi. Suara kalian mengganggu penumpang yang lain. Mikir dong kalian, saya sedang cari nafkah di sini. Kalau tidak mau dengar ya sudah, sayapun tidak akan meminta uang kalian kok “ (versi diperhalus).

Pengamen tersebut duduk ke belakang dan memang tidak meminta sepeserpun kepada penumpang. Namun yang menjengkelkan saya, pengamen tersebut duduk di belakang sambil tetap bercerita dengan suara yang keras betapa kecewanya dia dengan orang yang tidak menghargai orang lain, betapa jeleknya sifat tiga orang anak kuliahan tersebut.

Saya bingung dalam kasus ini sebenarnya yang salah siapa ya? Pertama-tama di dalam bus jelas-jelas ada peraturan pengamen dan tukang jualan dilarang naik demi kenyamanan penumpang. Di satu sisi tiga orang gadis tersebut adalah penumpang yang punya hak sebebas-bebasnya untuk bercerita dengan teman-temannya. Masalah berisik atau berisik mereka bercerita satu sama lain tergantung pendapat masing-masing penumpang. Menurut saya tingkat keberisikannya masih dalam tahap wajar kok.

Begitulah cerita pengamen yang ngambek, lelah di sore hari membuat emosinya tinggi, uangpun tidak jadi didapat, semoga di bus berikutnya pengamen ini mendapat rejeki yang melimpah ya… 🙂

 

 

The Bad Impact of Advertisements

 

Besides of the TV programs like news, movies, and music programs, we can find information from the TV advertisements (ads). The major purpose of TV ads is to promote a thing or service. However everything has progressed day by day include the TV ads. TV ads not only as a media to promote something but more than it, TV ads can influence people to do or not do something. TV ads in Indonesia nowadays are more harmful than helpful for the audience aware or unaware.

According to Jeremiah O’Sullivan R, author of “the Social and Cultural Effects of Advertising”, persuasion is core mission of advertising. Advertising tells you how the product service or idea you are considering will improve your life. The ways people promote their product nowadays just make me ashamed as an Indonesian people. They persuade people to use one product by teasing other products. For example is herbal product is teasing another product. They are teasing each other by slogan, making joke to another product with change their product slogan. Yes, sometimes it is funny and entertain but the bad impact is people will tease another’s because it is familiar on TV. Teasing each other’s is not a big deal, because people will think it is funny and not wrong, and people will use it in daily conversation. We know that TV is the fastest media which can influence the society.

Freedom of choice and advertising-supported entertainment which is often a promoter of social change, are two important components of society that are both promoted through advertising. Because ads can give the fastest effect to social change, it is good if the ads are not identifying the racism. We know that Indonesia is a multicultural ethnic nation. We can see many colors in Indonesian life. We can see on TV that many ads usually hurting other tribes. For example is a cosmetic slogan “white is beautiful”. In my opinion this advertisement is not understand of their marketing object. It is inappropriate to Indonesian people, what about The Papua tribe which is born with black skin? Should they use the cosmetics to be beautiful? It is better if the ads in Indonesia show their respect to every tribe by making a very careful ads slogan on TV.

In fact, according to Megan Vande Kerckhove, a student at the University of Florida’s Interactive Media Lab, advertising is free speech, and it can work to promote free speech. TV ads usually use the rude word to promote their products, and it  influence people to use those words in daily conversation. Children will talk just the way they want to and not respectful. The creative teams of ads try to make the ads interesting by using the rude words. In my opinion, creative is not an excuse to be impoliteness. We have to realize that we are Indonesian people; we learn manners, norm, and religious.

Based on those facts it is logic when I say that TV ads in Indonesia are more harmful than helpful. Ads can influence people to use something or to say something. We need to distinct the policy of TV ads in Indonesia, to reduce the bad impact of TV ads. The good ads should not give a bad influence to others people, but giving a good influence to do or say something.

References:
Morley, Miranda. The Effects of Advertising. (Online)
smallbusiness.com
accessed on 16 May 2013

Stefan, tracy.  2007. Function and effect of Advs. (Online)
Smallbusiness.chron.com
accessed on 17 may 2013

The History of Ireland’s/Scotland’s Rebellion against British Government

 

As the beginning, it is important to inform that the inhabitants of Scotland is Protestant and Ireland is Catholic. Most of the rebellions was happened  because of the different religions belief, The English at that time indeed prosecute people to follow the Anglican Church. It is not surprising that the Irish grew angry with English bullying, and frequently rose in rebellion. There were major revolts in 1569, 1571, 1576 and 1579.  Hugh O’Neill, the Earl of Tyrone the supporter of Catholic Europe who has a strong politic power in the stage of Europe. In 1597 came the inevitable English backlash with major campaigns’ against Ulster, but a year later, at the Yellow Ford on the Backwater River, Hugh Maguire led the Irish cavalry in a stunning victory against the English. With this rout the Rebellion caught fire throughout Ireland (Rebellion and the Nine Years War, p.95). O’Neill  supported the Ireland rebellion. The English army took its revenge by attacking and killing the inhabitants of Drogheda and Wexford. At that time many Irish dead in English’s army hands. The end of all rebellion and the Ulster Gaeleic was on Christmas Eve 1601. O’Neill surrendered to the English at Mellifont in March,1603.  For the first time, England ruled the whole of Ireland. From the August 1649 Oliver Cromwell seized Ireland.

Charles I was the king of Scotland and also the king of England. Charles I was forcing the Scots to accept a new prayer book which is used in the Church of England. The Scots was getting angry to the King and making a declaration called the National Covenant. The king decided to against the rebellious of Scotland.

Early in 1651, Charles was crowned Charles II of Scotland at Scone Castle. Following his coronation as king of the Scots, Charles II raised a Scottish army and invaded England.he was gathering the army to fight the Cromwell, but his army was defeated at Wonchester in September 1651. Charles II barely escaped with his life and he was hunted by the roundheds for 40 days before he managed to escaped to France and safety. When the relationship of England and France getting well, Charless II move to the another place, he had became exile for 15 years and was returning to the Kingdom after Richard Cromwell was not capable of running the Country.

The terms of restoration were worked out between 1660 and 1662. The New Model Army was disbanded and sent home.     Both Scotland and Ireland were now unwillingly part of a United Britain under the leadership of Cromwell.

References :

Barber, Nicola and andy Langley. 1999. British History Encyclopedia. Spain : Parragon

_________.Civil war and revolution. online
http://www.bbc.co.uk/history/british/timeline/civilwars_timeline_noflash.shtml

_______.  Rebellion and the nine years war. online
www.enniskillencastle.co.uk/media

http://www.localhistories.org/irehist.html

 

CELT DIASPHORA IN ENGLAND

Diaspora is one term in Postcolonial Theory. Diaspora means the voluntary or enforced migration of peoples from their native homelands.  Diaspora literature is often concerned with questions of maintaining or altering identity, language, and culture while in another culture or country.

The settlers from mainland Europe continued to flow into the British Isles, there was greater contact between Britain and the Continent. About 500 BC, the new kind of culture was spreading across lowland Britain called Celts. The Celtic tribes probably came from central Europe and moved outwards into parts of Italy, France and Spain as well as Britain. This tribes slowly developed into a larger tribes and ruled by a King or Queen. In other words for many year the Celtic tribe civilization was developed. The Celtic language had been spoken at length.

Back to England In 1066, to the Norman conquest. In this reign era  the development of English language started. Norman was giving land to the knights in the existing Celtic territory . English language has been exist and used for communication at that time. But by interaction for lengt years between people, the language itself developed by the people. There are so many people from different origin causing the  pronounciation of a word or phoneme were different. This process was happened in every interaction whether political interaction or economic. The combined ethno-linguistic and political implications of such circumstances help to explain the accelerated spread of the English language overseas (Christina Julios. 2008, 24).  From Contemporary British Identity, Christina Julios explained the spread of the language,

As a language, English is constantly evolving, and in this evolutionary process its contact with other tongues has been an important driving force for change. Throughout its remarkable history, the English language has always borrowed freely: firstly, from Celtic and Latin, later from Scandinavian and Norman French, and subsequently from the various languages spoken in the many British colonies. This extraordinary ability to absorb and incorporate different linguistic influences undoubtedly contributed to the rapid spread of English during Britain’s colonisation period.

 

Celtic is a strong tribe, developed, and well-organized so they could giving influence to the others. As we know the strongest always have the big control of things, so they also did the same. Nowadays the impact of celt diaspora can clearly see in the English words. The words are the combination of Italy, France and Spain.

 

References :

Julios, Christina. 2008. Contemporary British Identity English Language, Migrants and Public Discourse. USA: ashgate

Barber, Nicola and Andy Langley. 1999. British History Encyclopedia. Spain : Parragon

Key terms in Post Colonia Theory
http://www3.dbu.edu/mitchell/postcold.htm